Hallo travelers selamat datang terlebih dahulu pada blog saya gotourism. Disini saya akan membahas soalTraveling digital di era milenial pariwisata.
Pariwisata di era digital ini dimulai dari hanya foto-foto pemandangan dan vidio yang membawa dampak pada masyarakat asing dan lokal untuk ingin merasakan sendiri keindahan singkatnya nafsu untuk kesana hanya karena foto-foto dan vidio dari media sosial yang satu ini yaitu IG atau singkatan dari Intragram. Siapa sih yang tidak tau media sosial yang satu ini, awalnya intragram ini adalah sebagai sarana membagikan foto dan vidio dengan filter yang membuat menarik agar di bagikan pada sosial media yang lain dan juga milik instagram sendiri. Tetapi, menurut para ahli Instagram ini hanya merupakan salah satu media sosial untuk berinteraksi dengan vidio atau foto sebagai sarana untuk berbagi serta bertukar informasi Lalu apa hubungan salah satu dari media sosial ini apa yang menarik masyarakat asing dan lokal untuk berwisata. Yaitu: pengalaman.Sarana media sosial satu ini membagikan pengalaman lewat foto dan vidio yang lebih unik, indah dan menyenangkan untuk dilihat atau ditonton. Dari media sosial buatan Kevin systrom ini. Pengalaman dibagikan secara visual dan stereo yang memudahkan masyarakat juga mendapat se-rincian dari hal tersebut. Dari visual dan stereo yang “meng-influence” masyarakat untuk merasakan sendiri keindahan dari foto-foto dan vidio dari media sosial yang satu ini. Nahh, sebagai sarana untuk meluaskan pariwisata di Indonesia di zaman milenial ini. Mari kita mulai berbagi. Mulai dari suatu yang kecil foto-foto dengan pemandangan saja cukup. Jika ingin di perluas “hunting” foto. Mencari tempat foto yang cocok/ bagus agar pemandangan lebih menarik, kontras lebih beda, unik dan tetap cool. Tetapi, jangan lupa untuk di bagikan/”share” dong kepada teman-teman yang mungkin tertarik untuk berfoto-foto sebagai media untuk orang lain agar dapat merasakan dan mendapatkan pengalaman yang sama dari potretan tersebut. Itu adalah cara pertama cara kedua. Jika anda ingin menghasilkan uang juga lewat media ini. Kenapa tidak, pasti bisa. Membuat akun traveling adalah hal yang mulai marak di media ini. Dengan gabungan “hunting” foto dan fotografi yang menakjubkan. Akun tersebut akan menunjukan kalian adalah seorang fotografer yang handal dan dapat mengerti lokasi/ spot fotografi yang di inginkan oleh pelanggan kalian. Jangan lupa upload di media sosial yah agar terus mendapatkan pelanggan dan jangan lupa untuk selalu “hunting” foto agar anda memperluas keanekaragaman foto kalian. Cara selanjutnya yaitu membuat website dan membuka usaha pariwisata lewat media sosial. Cara ini memang tidak mudah. Karena harus menarik perhatian masyarakat asing dan lokal untuk pergi ke website tersebut. Tetapi akan lebih mudah jika memulai dari teman, rekan kerja, dan keluarga terdekat. Strategi pemasaran dari satu orang ke orang lain istilahnya dari mulut ke mulut. Merupakan strategi yang paling menguntungkan karena anda tidak perlu mengiklankan usaha itu. Setelah itu jika ingin memperluas jangkauan masyarakat yang ingin membuka media sosial atau web kamu. Maka, mulailah mengiklankan produk anda di segala “platform” atau juga disebut market target yang diinginkan. Dari sekian pengguna media sosial pendatang akan terus berdatangan jika halaman website dan media selalu terbuka dan siap siaga “available”. Jika benar terbuka, pelayanannya juga harus tepat agar masa dari mana saja dapat terlayani dengan kepuasan yang maksimal. Agar kenafsuannya terhadap tujuan pariwisata ter-realisasikan/ terwujudkan. Bahwa IG merupakan sarana media sosial agar pariwisata traveling dapat berkembang. Membawa kenafsuan dari seseorang yang ingin merasakan hal yang sama dari foto dan Vidio yang di Upload oleh para amatir dan profesional. Salah satu cara untuk mengembangkan “influence”/memberi dampak pada masa. Agar lebih terpengaruhi oleh tindakan dari para amatir maupun profesional ini. Dari amatir sampai profesional bisa kok memberikan “influence” pariwisata yang rekomendasi aja cukup. Dengan rekomendasi seperti sarana pematah ekspetasi dari media sosial dan secara aslinya. Karena perasaan yang dirasakan lewat media sosial dan pengalaman langsung berbeda jauh. Nahh, pematah ekspetasi ini yang selalu memberikan pemikiran pada otak kita yang berbicara “saya harus nih pergi ketempat ini.” Sambil membayangkan hal-hal yang akan dilakukan disana sesampai destinasi itu. Eiiitt, sebelum berakhir jangan lupa “creeek, kecrek, dan melambai ke kamera dan tersenyumlah.” Bagikan pengalamanmu lewat media Insta ini agar semakin banyak yang nafsu hehe 😁




